Selasa, 04 Desember 2012

Posisi Dalam Pengelasan



Posisi Dalam Pengelasan
Posisi pengelasan ada empat macam:
1. posisi dibawah tangan (lihat w, h)
2. posisi mendatar / horizontal (lihat q)
3. posisi vertical (lihar s)
4. posisi diatas kepala (lihat u)

Dibawah ini akan diuraikan cara pengelasan bagi masing-masing posisi
1. posisi dibawah tangan
Posisi yang paling mudah adalah posisi bawah tangan, di antara empat posisi penegelasan. Maka dari itu untuk pengerjaan pengelasan kalo bisa usahakan posisi pengelasan dibawah tangan.
Penjelasan:

-Kemiringan elektroda 10 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical kearah jalan elektroda.
  Posisi kemiringan elektroda bisa 10 drajat-20 drajat terhadap garis vertical kearah jalan
- kampuh berimpit
- kampuh T
Tebal pelat tidak sama

2. posisi mendatar / horizontal
.
Pada posisi ini kedudukan suatu benda dibuat tegak dan arah pengelasan mengikuti garis horizontal.
Kemiringan elektroda sekitar 5 drajat – 10 drajat kebawah, untuk menahan logamcair, dan 20 drajat kearah lintasan las (sudut jalan elektroda 70 drajat )
Panjang busur nyala dibuat lebih pendek kalau dibandingkan dengan panjang busur nyala pada posisi pengelasan dibawah tangan.

Benda kerja sering terjadi pengerukan karena:
- panjangnya busur ketika menyala
- tinggi ampere pengelasan
- lambatnya kecepatan jalan elektroda

Ada dua jenis ayunan yang biasa digunakan pada sisi horizontal
3. posisi vertical
Untuk posisi vertical ini, benda kerja harus tegak lurus kemudian arah pengelasan bisa dilakukan keatas/ naik atau kebawah/ turun.
jenis elektroda yang dipakai memiliki pengaruh ketika arah pengelasan berjalan. Jika elektroda yang berbusur lemar posisi untuk pengelasan keatas. Untuk elektroda yang memiliki busur keras dilakukan pengelasan ke bawah.

Untuk mengelas vertical, yang biasa mengalir kebawah adalah cairan logam. Kebiasaan ini bisa di perkecil dengan cara memiringkan elektroda 10 drajat-15drajat kebawah. Jika pengelasan keatas  perlu di ayuna elektroda yang teiliti dan tepat, jadi bisa menghasilkan rigi-rigi yang baik. arus yang terjadi antara pengelasankeatas dan kebawah adalah keatas lebih kecil begitu pun sebaliknya.
Tiga macam ayunan untuk kampuh berimpit dan kampuh T
Ayunan untuk kampuh V
Keamanan:
Kenakanlah perlengkapan pengaman sebaik mungkin.

4. posisi diatas kepala
Posisi pengelasan diatas kepala, bila benda kerja berada pada daerah sudut 45o terhadap garis vertical, dan juru las berada dibawahnya.

Pengelasan posisi diatas kepala, sudut jalan elektroda berkisar antara 75o – 85o tegak lurus terhadap kedua benda kerja. Busur nyala dibuat sependek mungkin agar pengaliran cairan logam dapat ditahan.
Ada dua jenis ayunan elektroda pada pengelasan diatas kepala. Pada umumnya ayunan elektroda hamper sama dengan ayunan elektroda pada posisi vertical.

Disini diperlihatkan kedudukan elektroda pada pengelasan kampuh T, kampuh berimpit, dengan pengisian rigi yang berlapis. Pengisian lapis pertama, elektroda tidak perlu diayun. Lapis kedua, elektroda dapat diayun atau tanpa diayun. Urutan pengisian dan sudut elektroda pada kampuh berimpit tegak. Pengelasan diatas kepala ini sangat sukar dan berbahaya, sebab percikan logam banyak yang jatuh.

Rabu, 28 November 2012

Fungsi Mesin Gerinda



Fungsi Mesin Gerinda
 
Mesin gerinda memiliki fungsi yang hampir sama dengan alat-alat tangan kerja otomotif. Gerinda adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menghaluskan bendakerja atau untuk mengasah mempertajam benda seperti pisau, golok dan senjata tajam lainnya.

Sebagai pengguna kita harus memperhatikan dalam menggunakan mesin gerinda, Untuk batu gerinda dengan permukaan kasar digunakan pada waktu awal, dan untuk batu gerinda dengan permukaan halus digunakan untuk menghaluskan atau pengasahan mata bor.

Spesifikasi Mesin Gerinda
Untuk kecepatan mesin gerinda biasanya sudah diatur dengan tetap, jadi para pekerja atau pengguna gerinda tidak perlu mengatur masalah kecepatan putaran mesin gerinda, dengan memiliki sumber tegangan tiga dan daya listrik antara 1.5 PK sampai dengan 2.5 PK.

Macam-macam batu gerinda
Gambar macam-macam batu gerinda
Selain jenis-jenis batu gerinda yang di atas juga terdapat jenis lain seperti shaped grinding wheels, cylindrical grinding wheels.
Setiap batu gerinda juga memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam pengguaannya, dibawah ini beberapa jenis batu gerinda:
1. Flat wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti handtap, countersink, mata bor, dan sebagainya.
2. Cup wheels, untuk melakukan penggerindaan alat-alat potong seperti cutter, pahat bubut, dan sebagainya.
3. Dish grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan profil pada cutter
4. Shaped grinding wheels, untuk memotong alat potong ataupun material yang sangat keras, seperti HSS, material yang sudah mengalami proses heat treatment.
5. Cylindrical grinding wheels, untuk melakukan penggerindaan diameter dalam suatu jenis produk.

Tiap jenis batu gerinda memang memiliki keguanaan yang berbeda, dan juga memiliki warna yang beda pula, dari warna setiap batu tersebut memiliki karakternya yang berbeda, yang umum sering kita lihat dipasaran biasanya berwarna merah dan hijau.

related article:
Kunci Socket Set